SIAPKAN WIRAUSAHA HANDAL, DINSOSNAKERTRANS GELAR PELATIHAN PROCESSING MAMIN

Mempersiapkan masyarakat terampil dan mandiri secara ekonomi, Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pasuruan menyiapkan beberapa program. Diantaranya dengan menyelenggarakan pelatihan processing makanan dan minuman (mamin). Fokus kegiatan dilaksanakan di enam desa yang masuk kriteria desa Maslahat, yaitu di desa Pancarkejen kecamatan Pandaan; desa Bendungan kecamatan Kraton; desa Legok kecamatan Gempol; kelurahan Kejayan kecamatan Kejayan, desa Ampelsari kecamatan Pasrepan dan desa Winongan Kidul kecamatan Winongan.

Agus Hernawan Kabid Pelatihan Produktivitas Penempatan, Dinsosnakertrans tadi mengatakan, kegiatan pelatihan processing mamin dilakukan selama sekitar empat bulan, terhitung mulai Februari sampai akhir Mei 2016. Lokasi pelatihan ditempatkan di masing-masing balai desa yang ditunjuk sebelumnya.

“Kami bekerjasama dengan kepala desa untuk menyiapkan sekitar dua puluh orang peserta pelatihan di balai desa. Materi pelatihan yang diberikan tentang tata cara pembuatan produk mamin. Di Winongan yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil buah Mangga, misalnya, mereka mendapatkan pelatihan tentang cara pembuatan makanan olahan berbahan dasar mangga”, jelasnya kepada Humas Kabupaten Pasuruan.

Menurut Agus, materi pelatihan yang diberikan di setiap desa tidak sama. Semuanya tergantung dari hasil potensi desa yang bersangkutan. Jika peserta pelatihan di Winongan diberikan pelatihan tentang cara pembuatan produk olahan mangga, lain halnya dengan peserta di desa Pancarkejen kecamatan Pandaan yang diajari cara membuat olahan pisang, jamur, roti dan nugget.

“Pelatihan processing mamin diberikan selama 80 jam pelajaran untuk setiap desa. Tiap harinya mereka diberi pelatihan lengkap, baik teori maupun praktek. Start mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Pemateri dari kelompok binaan Dinsosnakertrans”, jelasnya.

Sementara itu, dari pantauannya selama ini, peserta pelatihan sudah memiliki niat untuk membuka usaha dari ketrampilan pengolahan mamin yang telah dikuasainya. Yang masih menjadi kendala, sebagian besar dari mereka masih belum memiliki cukup modal untuk membuka usaha. Oleh karena itu, Agus menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah serta Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan untuk menghubungkan tenaga terampil dengan pemilik modal usaha mamin agar dapat bersinergi. (Eka Maria)    

Berita Terkait

Menjelang Pilkada, Satuan Linmas Kecamatan Pandaan Dibina dan Dilatih Kesiapannya

Menjelang Pilkada, Satuan Linmas Kecamatan Pandaan Dibina dan Dilatih.

 

  Dalam rangka persiapan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Pasuruan Tahun 2018, pagi tadi, SeninRead More

Menjelang Pilkada, Satuan Linmas Kecamatan Pandaan Dibina dan Dilatih Kesiapannya

Menjelang

Read More

Penyuluhan Hukum Terpadu

Pada bulan September 2016 Tim Penyuluhan Hukum Terpadu Kabupaten Pasuruan kembali mengadakan Kegiatan Penyuluhan Hukum Terpadu (PHT). DiawaliRead More

No Comments

Tuliskan Komentar